USAHA BIDANG PERJALANAN YANG MENJANJIKAN

Persoalan era digitalisasi dalam dunia agen perjalanan. Banyak sekali anggota yang belum tersentuh digitalisasi ini, padahal persaingan sudah mulai meningkat. Langkah yang ditempuh misalnya dengan memberikan pelatihan dan edukasi pada para pemilik usaha travel agen konvensional. Mulai dari mengenalkan sistem online hingga cara memasuki dunia digital tersebut. Jika banyak kasus penipuan mengatasnamakan travel agent atau agen perjalanan, mungkin itu juga menjadi salah satu keteledoran dari calon pelancong. Memilih agen perjalanan memang tak mudah, harus paham betul apakah agen tersebut terpercaya atau tidak, legal atau tidak. Meski era digital sudah hampir merajai semua lini kehidupan, namun nyatanya bisnis travel konvensional pun masih bisa bertahan dan berkembang. Tanpa harus alergi pada perkembangan teknologi, pelaku bisnis travel konvensional justru menganggap bahwa adanya digitalisasi adalah bagian dari sistem yang bisa membantu mereka dalam operasional bisnis. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan Agent Tour and Travel adalah menjaga kepercayaan konsumen, sehingga service merupakan prioritas utama. 

Kemauan dan didukung kemampuan yang bisa dipelajari merupakan hal yang perlu diinventarisir terlebih dahulu. Berikut beberapa langkah yang bisa kita siapkan untuk terjun dan memulai bisnis travel, antara lain:

1. Pilih Jenis Usaha Travel yang Ingin Anda Geluti

Sebelum memulai berbisnis di jasa travel, Anda wajib menentukan jenis travel apa yang mau digeluti. Apakah tiket pesawat terbang, tiket bus atau kereta api, sewa kendaraan/mobil berikut sopirnya, pengurusan visa dan paspor, pemesanan kamar hotel/homestay atau vila dan sejenisnya, perjalanan ke destinasi pariwisata, serta lainnya. Bila sudah memilih, maka Anda akan fokus dengan pilihan tersebut dan akan lebih mudah untuk mempelajari hal-hal yang diperluhan.

Sebelum memulai berbisnis di jasa travel, Anda wajib menentukan jenis travel apa yang mau digeluti. Apakah tiket pesawat terbang, tiket bus atau kereta api, sewa kendaraan/mobil berikut sopirnya, pengurusan visa dan paspor, pemesanan kamar hotel/homestay atau vila dan sejenisnya, perjalanan ke destinasi pariwisata, serta lainnya. Bila sudah memilih, maka Anda akan fokus dengan pilihan tersebut dan akan lebih mudah untuk mempelajari hal-hal yang diperluhan.

2. Buatlah Profil Usaha Anda

Setelah Anda menentukan jenis usaha travel yang akan digeluti, buatlah profil usaha. Tulis profil usaha Anda dengan baik dan meyakinkan calon pengguna jasa Anda. Karena kredibilitas bisnis Anda dipengaruhi oleh profesionalitas pada profil yang tertera. Tulis profil usaha Anda dan keunggulan yang diberikan. Lengkapi profil usaha Anda dengan foto yang bagus atau animasi bergerak yang menarik perhatian. Karena profil inilah sebagai alat jual untuk dapat menawarakan jasa. Semakin menarik gambar, maka semakin besar kemungkinan mendapatkan peluang lebih banyak pengguna jasa kita.

3. Petakan Lokasi Wisata yang Jadi Target Anda

Jika Anda memilih berbisnis di jasa travel wisata, cobalah melakukan pemetaan tujuan wisata yang akan Anda tawarkan. Setiap daerah pasti mempunyai tujuan wisata, bisa berupa wisata asli dari alam atau juga wisata buatan seperti taman rekreasi atau taman hiburan. Selain itu bisa berupa wisata sejarah dan wisata kuliner. Cobalah untuk melakukan pemetaan dengan potensi wisata yang terletak disekitar kota tempat tinggal Anda. Usahakan jarak antara tempat wisata tidak lebih dari 200 km. Kenapa? Karena ini sangat berpengaruh dengan biaya dan paket yang akan Anda buat nantinya. Selain itu Anda juga harus mempunyai database dari setiap tempat wisata tersebut, data yang menyangkut contact person dari pengelola tempat wisata, harga tiket, surat menyurat, dan biaya-biaya yang mungkin dikeluarkan dalam sebuah perjalanan wisata.

4. Buatlah Nama Travel yang Mudah Diingat

Selanjutnya membuat nama (brand) dari travel Anda. Cobalah membuat nama atau merek usaha Anda yang mudah diingat dan tidak pasaran atau mudah didengar (ear-catching) dan mudah dilihat (eye-catching). Ini penting agar brand bisnis travel Anda mudah dikenali dan dihafal oleh orang. Jangan membuat nama yang terlalu sulit untuk diingat, karena semakin nama itu mudah diingat dan gampang diterima oleh banyak orang akan membantu Anda dalam menjalankan strategi pemasaran.

Selanjutnya membuat nama (brand) dari travel Anda. Cobalah membuat nama atau merek usaha Anda yang mudah diingat dan tidak pasaran atau mudah didengar (ear-catching) dan mudah dilihat (eye-catching). Ini penting agar brand bisnis travel Anda mudah dikenali dan dihafal oleh orang. Jangan membuat nama yang terlalu sulit untuk diingat, karena semakin nama itu mudah diingat dan gampang diterima oleh banyak orang akan membantu Anda dalam menjalankan strategi pemasaran.

5. Daftarkan Merek Bisnis Travel Anda

Ini penting, karena bila Anda sudah capek-capek mengeluarkan ide untuk nama/brand dan logo bisnis travel, namun karena Anda tidak mendaftarkannya pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI), maka Anda tidak memiliki kuasa secara hukum atas nama atau logo dari bisnis tersebut. Jika waktu-waktu ada orang menggunakan nama/logo itu, Anda tidak bisa menggugatnya meski sebenarnya Anda lah yang menciptakan pertama kalinya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started