Kecerdasan Teknologi Pariwisata Lampaui Naluri Liburan

Sistem-sistem cerdas yang telah banyak dirancang memberikan jiwa bagi kehidupan dan pembangunan di berbagai pelosok dunia. Hal ini membuka mata-mata kreatif dalam menemukan berbagai potensi dan inovasi yang menjawab berbagai keluhan masyarakat dunia.

Kecerdasan buatan zaman ini bukan lagi wacana di masa depan tetapi sudah seperti kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. “Kecerdasan buatan merupakan sistem yang diberikan kecerdasan atau dimasukkan kedalam sebuah sistem, kemudian sistem itu dapat melakukan semua tugas layaknya tugas manusia.

Perkembangan kecerdasan buatan di negara luar saat ini terus berkembang, hal itu dapat dilihat dari kerja sistem serta fungsi dari sistem tersebut. “hotel-hotel di luar negeri banyak menggunakan sistem robotik untuk mengoperasikan mesin dan mensimulasikan kegiatan yang biasanya menggunakan sistem robot juga banyak yang tidak memakai tenaga manusia seperti pelayanan kamar serta pelayanan restoran dan lainnya.”

Henn-na Hotel di Nagasaki merupakan salah satu hotel unik di Jepang. Hotel ini bertemakan robot dan berteknologi canggih.

Resepsionisnya saja robot wanita cantik dan dinosaurus. Dari bagian lobi saja, sudah ada robot-robot yang akan melayani turis. Satu robot kecil, robot berbentuk wanita cantik dan robot berbentuk dinosaurus dengan rambut panjang. Mereka semua akan membantu turis untuk check in dan check out. Tiap robotnya bisa berbahasa Jepang dan Inggris. Tinggal sebut saja, kita mau check in atau check out, selanjutnya mereka akan memberikan form untuk diisi. Selain itu, masih di bagian lobi hotel terdapat ‘Robot cloak Room’. Inilah locker para tamu yang dijaga oleh tangan robot. Tingga masukan kartu dan ikuti petunjuk, tas atau koper Anda akan dimasukan ke dalam locker. Keamanannya terjamin 100 persen.  Ada juga ‘Porter Robot’. Robot ini berbentuk tempat menaruh barang yang biasa digerakan oleh staf hotel untuk menaruh barang para tamu, dan membawanya ke kamar. Namun karena sudah diprogram menjadi robot, tak butuh staf hotel lagi.

Di dalam kamar pun tidak terdapat remote AC, sebab suhu di dalam kamar akan terpasang otomatis tergantung berapa banyaknya orang di dalam kamar. Salah satu cara untuk menghemat listrik dan ramah lingkungan. Restoran di sana yang bernama ‘Cafe Corner’ pun tidak ada manusianya. Hanya vending machine yang menjajakan aneka makanan siap saji, dari mie goreng sampai burger. Semuanya serba teknologi.

Namun, penggunaan robot sebagai bagian dari sistem pelayanan hotel tidak selalu mendapat komentar positif dari berbagai pihak. Beberapa pengunjung lebih menyukai layanan hotel yang dilakukan manusia.

Pengunjung menyukai salam yang disampaikan dengan keramahan sebenarnya, bukan hasil dari setting program. Pengunjung juga menyukai saat-saat bisa berbicara dengan pelayan hotel saat meminta service, komplain, atau sekadar ngobrol. Meski begitu, pengunjung menilai layanan yang diperoleh dari robot memang lebih baik. Layanan tersebut selalu datang tepat setelah diminta sehingga tidak membuat tamu menunggu lama. Tamu juga tidak perlu berkali-kali memberi tahu front office atau customer service karena layanan yang tak kunjung datang atau tak sesuai harapan.

Sementara itu di Indonesia perkembangannya sudah semakin maju. Hal itu dapat dilihat dari bidang pariwisata. Tentunya peran itu sangat membantu kita dalam menyelesaikan tugas atau kegiatan yang sulit dikerjakan. Pada masa ini diciptakan suatu inovasi terbaru sebagai penerapan dari kecerdasan buatan untuk kaum-kaum millennial berupa permainan online yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak dari mereka yang menjadikan game online sebagai salah satu wadah untuk bersosialisasi dan menambah jaringan pertemanan, baik di dunia maya melalui game tersebut ataupun di tempat para pemain game ini berkumpul. Dan tidak jarang sebagian dari orang-orang menggunakan game online sebagai hobi untuk mengisi waktu luang. Sistem kecerdasan buatan yang terdapat di game online pundibuat lebih bagus dan tampak nyata.

Layaknya koin yang mempunyai dua sisi berbeda, kecerdasan buatan tak hanya membawa keuntungan bagi manusia tapi juga tantangan baru bagi para tenaga kerja. Banyaknya manusia yang sudah dimusnahkan oleh perusahaan-perusahaan yang menggunakan sistem robot dalam mengoperasikan suatu pekerjaan. Itu mengakibatkan banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan atau diterima di suatu perusahaan.

Penggunaan kecerdasan buatan tidak sepenuhnya berdampak buruk bagi manusia. Ini merupakan tentang bagaimana cara kita menerapkan sebaik mungkin. Banyaknya kasus-kasus kejahatan berupa pembobolan sistem atau data menjadi salah satu contoh yang sering terjadi di lingkungan kita. Untuk menghentikan penyalahgunaan tersebut, diperlukan adanya pengawasan diri dalam bertindak dan mengontrol setiap kegiatan yang kita lakukan.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started